Assalamu’alaykum..
Bismilahirrohmanirrohiim..
Postingan kedua, saya mengutip dari Novel "Hadiah Kecil dari Tuhan" yang isinya subhanAllah dan Insya Allah bermanfaat. Selamat membaca
Padamu Kutitipkan Bidadari
(Surat dari Ibu untuk Bidadari-Bidadarinya)
…
Selepas
shalat tahajud, Kak Hana tak langsung beranjak pergi. Sambil menunggu shalat
shubuh, ia sempatkan untuk membaca Alquran. Sesekali butiran air matanya
berjatuhan di atas Alquran. Lembaran demi lembaran Alquran telah Kak Hana baca,
hingga terdengar samar adzan shubuh membangkitannya untuk segera membangunkan
Salma untuk shalat shubuh berjamaah. Namun, saat ia mencoba bangkit dan berdiri,
selembar kertas yang dilipat pun terjatuh ke atas sajadah. Setelah dibuka, ada
sebuah nama yang tertulis “
Teruntuk
Bidadari-Bidadariku, Kak Hana dan Salma yang shalehah”. Kak Hana dan Salma pun
mulai membaca.
Teruntuk bidadari-bidadariku, Kak Hana dan Salma yang shalehah.
Assalamualaikum wr. wb
Sebelumnya, Ibu memohon maaf yang sebesar-besarnya jika
surat ini telah mengganggu kegiatan Kak Hana dan Salma yang sedang fokus menghadapi
ujian masuk perguruan tinggi dan ujian nasional. Sebenarnya, sebelum Kak Hana
dan Salma akan pergi ujian, Ibu ingin sekali menceritakan semuanya kepada
kalian. Ya, Ibu ingin menceritakan kondisi ibu yang sebenarnya.
Tapi, keadaan waktu itu tidak memungkinkan untuk Ibu cerita
pada Kak Hana dan Salma. Ibu sangat memakluminya. Ibu tidak mau mengganggu
konsentrasi Kak Hana dan Salma.terutama Ibu tidak ingin apa yang sudah
dihapalkan,semua pudar begitu saja. Tapi, maafkan Ibu tidak bercerita langsung
kepada Kak Hana dan Salma.
Kak Hana, Salma… jujur, mengapa Ibu ingin sekali bercerita,
karena Ibu sudah tidak kuat lagi menahan semuanya.
Ya, sudah hampir tiga bulan ini Ibu merasakan sakit di bagian dada. Tambah lagi batuk Ibu
yang tak kunjung sembuh. Pikir Ibu, mungkin penyakit ini adalah dari maag dan
batuk biasa. Makanya bu diamkan sendiri dan tak pernah Ibu ceritakan. Tapi,
setelah dicek ke dokter, tanpa sepengetahuan Kak Hana dan Salma, ternyata Ibu menderita
jantung koroner akut.
Dada terasa tertekan, nyeri, hingga sesak napas disertai
keringat dingin, rasa mual, atau pusing sering Ibu rasakan. Bahkan, nyeri tidak
hanya di dada tapi juga di bagian tubuh lain.
Oh ya, kenapa tadi pagi Ibu tiduran, Ibu sedang merasakan
sakit di belakang tulang dada sampai menjalar ke leher, bahu, hingga ke rahang.
Selain itu, nyeri di dada bagian bawah atau ulu hati. Dan itu ternyata bukan maag, tapi itu tanda gangguan jantung.
Kak Hana, Salma, kurangi makan yang berlemak dan mengandung
kolesterol. Jangan lupa sempatkan untuk berolahraga. Kalian masih muda. Langkah
kalian masih sangat luas sekali. Jagalah mimpi dan cita-cita kalian hingga
menjadi kenyataan.
Kak Hana, Salma.. maafkan Ibu. Maafkan Ibu jika tidak
berpamitan langsung. Mungkin ketika Kak Hana dan Salma membaca surat ini, Ibu
sudah tidak ada lagi di sisi kalian. Ini bukan salah Kak Hana dan Salma. Ini adalah
takdir. Dan ini sudah menjadi garis tangan Allah swt., untuk Ibu.
Kak Hana, Ibu hanya berpesan, jangan pernah kalian tinggalkan
shalat lima waktu. Jagalah Salma, adikmu. Ingatkan jika Salma terlupa. Ibu yakin,
Kak Hana bisa menjadi Kakak yang baik untuk Salma. Dan Ibu yakin, Kak Hana bisa
menjadi kepala rumah tangga setelah kepergian Ibu dan juga Ayah.
Kak Hana, masih ingat ketika Ibu meminta Kak Hana keluar? Kemudian
Raihan disuruh masuk oleh Ibu?
Ya, Ibu sempat berbicara dan menitipkan pesan singkat kepadanya.
Ibu hanya menitipkan Kak Hana dan Salma untuk dijaga oleh Raihan. Dan Insya
Allah, Raihan akan menjaga kalian.
Kak Hana, tolong sampaikan pada Raihan, “padamu ku titipkan
bidadari!”
Kak Hana, terakhir.. doakan Ibu dan Ayahmu, ya! Ibu sudah
kangen sekali dengan Ayah. Dan beberapa hari yang lalu, Ibu kembali bermimpi
tentang Ayah. Ayah mengajak Ibu untuk jalan-jalan di taman yang penuh dengan
bunga. Sayangnya, dalam mimpi itu..
O ya, Kak Hana dan Salma.. izinkan Ibu menghadap Illahi
Robbi. Ikhlaskan Ibu. Jangan pernah bersedih. Jangan tangisi kepergian Ibu. Menangislah
karena takut kepada Allah swt., teruslah istiqomah!
Akhirnya, Ibu akhiri surat pertama dan surat terakhir ini
untuk Kak Hana dan Salma dengan ucapan.. Assalamu’alaykum.. Kak Hana.. Salma..
Laa ilaaha illallah…
Sahabat, semoga postingan kali ini bermanfaat dan bisa jadi
bahan renungan buat kita ya
"Tetaplah tersenyum, walau badai datang silih berganti. Yakinlah suatu saat nanti, semuanya akan berubah di tangan Tuhan menjadi balasan yang besar dan anugerah yang terindah untuk kita"
Wassalamu’alaykum
(Hadiah Kecil dari
Tuhan; Adi Rustandi, S,Pd..2013)