Assalamu'alaykum
Bismillahirrohmanirrohiim
Kali ini mari kita ambil ilmu dari sebuah "Rumput"
Jika kita melihat rumput dipagi hari, kita dapat merasakan
kesegarannya, tetesan embun yang membasahi, memberikan kesejukan dan
kesegaran bagi siapapun yang melihat dan merasakannya. Lalu hari
beranjak siang, embun di rerumputan pun mulai habis, rumput kembali
mengering, dan orang lalu lalang melewatinya bahkan sebagian
menginjaknya. Anak-anak dan orang dewasa bermain bola, mereka
menginjak-injak rumput dan menyakiti rumput dengan sepatunya yang tajam,
merobek dan mengkoyak-koyak rumput tersebut, bahkan mencabutnya dari
tanah.
Saat petani rumput menanam rumput dikebun-kebun rumah di komplek,
mereka menjauhkan saudara saudara rumput tersebut. Diantara rumput yang
satu dengan yang lainnya diberi jarak, bahkan rumput-rumput yang sudah
tumbuh di pangkas habis. Namun apa yang dilakukan oleh rumput? Apakah
rumput lalu membalasnya?
TIDAK…. Rumput malah memberikan terus manfaat kepada
kita, dengan dipangkasnya mereka malah menebar dan memperbanyak
saudaranya, disakitinya mereka malah mempererat persaudaraan. Dengan
kekuatan persaudaraan yang kuat mereka yang tadinya di beri jarak saling
menarik satu sama lain sehingga tercipta saudara-saudara baru yang
tetap membuat mereka rapat.
Kekuatan dari rumput adalah bahwa mereka selalu berdekatan dan
merapat, sehingga mampu memberikan banyak manfaat kepada manusia.
Setelah seharian diinjak-injak, dipangkas, dilukai, disakiti, dan bahkan
di lemparkan kesana kemari, mereka tetap memberikan kesejukan dan
kesegaran bagi manusia di pagi hari, mereka menjadi teman anak-anak kita
yang sedang belajar berjalan. Menjadi alas bagi indahnya bunga-bunga
yang disanjung manusia. Bahkan saat mereka mati pun masih bermanfaat
bagi pakan ternak.
Begitulah seharusnya manusia hidup,,, terus memberi
manfaat di dunia. Terus berusaha memberikan yang terbaik bagi dunia dan
manusia lain.
Betapapun seringnya kita disakiti, dikhianati, ditertawakan, tetaplah
berjuang dan terus berjuang menggapai impian kita. Lepaskanlah semua
kebencian dalam diri. Karena setiap kebencian yang tertanam dalam diri
kita sama seperti kita menanamkan butiran-butiran energi negtif di setiap slot yang kita miliki dalam tubuh kita. Semakin banyak
butiran negatif di dalam slot tubuh kita, semakin hal itu menggerogoti
butiran positif kita. Setiap perilaku, kata-kata, dan keputusan kita
akan lebih negatif. Ibarat bakteri didalam tubuh, jika antibodi kita
kalah jumlah maka bakteri akan mengalahkan tubuh kita, begitu juga
sebaliknya.
Lepaskanlah segala kebencian dan amarah, agar tubuh kita mampu
mengeluarkan energi positif, yang akan terus menghancurkan setiap energi
negatif yang menghampiri kita…
Bisa jadi apa yang kita anggap baik, ternyata bukan yang terbaik menurutNya.
Dan bisa jadi pula, apa yang kita anggap buruk, itulah yang terbaik menurutNya.
Karena pada hakekatnya, yang lebih tau tentang suatu hal adalah dia yang menciptakan hal tersebut.
Begitu pula dengan kita, ada yang jauh lebih tahu segalanya. Dialah Sang Pencipta Kita.
Berilah terus manfaat kepada manusia lain dan dunia, bahkan sampai
saat kita meninggalkan dunia ini, tinggalkanlah warisan yang baik yang
dapat diteruskan oleh orang-orang yang kita kenal… agar segala manfaat
kita tidak putus dan merubah dunia menjadi lebih baik… agar amalan kita
terus bertambah meski kita sudah di akhirat kelak…
Semoga bermanfaat
Wassalamu'alaykum


Tidak ada komentar:
Posting Komentar