Assalamu'alaykum..
Bismillahirrohmanirrohiim..
Postingan kali ini, sama-sama yuk kita petik pelajaran dari hal-hal yang kecil, bahkan oleh kebanyakan orang dianggap sepele dan membahayakan.
Apa yang terlintas dibenak kalian jika mendengar kata "Lebah Madu"? Teringat dengan sengatannya, bukan?
Siapa yang tidak tahu madu lebah? Tentu kita semua tahu bahwa madu
mempunyai khasiat yang banyak untuk kesehatan manusia. Lebah sangat kaya
dengan kebaikan.
Begitu juga seorang mukmin, kita haruslah menjadi manusia yang
produktif dengan kebaikan. Segala yang keluar dari dirinya adalah
kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak
mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak
menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya
bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah
tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaatan umat manusia.
Rasul saw bersabda, “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”
Maka, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Ada
beberapa sifat positif yang dimiliki oleh lebah yang dapat kita jadikan
bahan pelajaran dalam kehidupan kita sehari-hari, antara lain:
1. Lebah selalu mengumpulkan makanan saripati bunga, ini perumpamaan
bahwa lebah selalu mencari rizkinya di tempat-tempat yang baik, dan
tidak pernah menyalahi aturan Allah dengan mencari makan di tempat yang
kotor. Seyogyanya umat Muslim yang baik harus mencari rizki yang halal,
lurus dan tidak mencari rizki di tempat-tempat maksiat.
2. Lebah tidak pernah mematahkan/merusak bunga yang dihinggapinya.
Karena itu, di manapun umat muslim tinggal, pantang baginya berbuat
keonaran dan menimbulkan kerusakan di tenga-tengah masyarakat.
3. Yang keluar dari lebah adalah madu yang nikmat dan menyehatkan.
Untuk itu pula seharusnya apa-apa yang dihasilkan umat muslim haruslah
memiliki manfaat terhadap sesamanya, tidak digunakan untuk memudharatkan
orang lain.
4. Jika diganggu lebah akan balik menyerang pengganggunya. Dan untuk
mempertahankan “kehormatan” lebah itu, mereka rela mati dengan melepas
sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Artinya, umat muslim meskipun
selalu baik, pantang merendahkan harga dirinya, begitu iman dan harga
dirinya diusik pantang menyerah pada keadaan. Sikap seorang mukmin:
musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.
5. Lebah tidak pernah mengambil keuntungan pribadi dari pekerjaannya.
Tidak ada lebah yang menimbun hasil pekerjaannya untuk dirinya sendiri,
melainkan selalu digunakan untuk kepentingan bersama. Maka umat Islam
yang baik tentu bukanlah umat Islam yang menggunakan
jabatan/pekerjaannya untuk kepentingan dirinya sendiri melainkan untuk
memberi manfaat pada kepentingan yang lebih besar.
6. Lebah memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan
kelangsungan hidup koloninya. Seekor lebah tidak pernah melakukan mogok
kerja atau merasa dengki terhadap pembagian tugas dalam koloninya, sejak
dia lahir sampai mati. Seharusnya, seorang muslim juga tidak perlu
merasa dengki terhadap apa-apa yang tidak dimilikinya di dunia ini. Tapi
ikhlas dan ridho terhadap apapun pemberian Allah saw kepadanya.
Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang
beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan
binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl
yang artinya: Lebah.
Wallahu a’lam bi al-Shawab.
Semoga dapat memetik pelajaran dari kutipan di atas.
wassalamu'alaykum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar