Sabtu, 25 Januari 2014

Memaknai Hal yang Kecil (II)

Assalamu'alaykum
Bismillahirrohmanirrohiim
Kali ini mari kita ambil ilmu dari sebuah "Rumput"

Jika kita melihat rumput dipagi hari, kita dapat merasakan kesegarannya, tetesan embun yang membasahi, memberikan kesejukan dan kesegaran bagi siapapun yang melihat dan merasakannya.  Lalu hari beranjak siang, embun di rerumputan pun mulai habis, rumput kembali mengering, dan orang lalu lalang melewatinya bahkan sebagian menginjaknya.  Anak-anak dan orang dewasa bermain bola, mereka menginjak-injak rumput dan menyakiti rumput dengan sepatunya yang tajam, merobek dan mengkoyak-koyak rumput tersebut, bahkan mencabutnya dari tanah.

Saat petani rumput menanam rumput dikebun-kebun rumah di komplek, mereka menjauhkan saudara saudara rumput tersebut.  Diantara rumput yang satu dengan yang lainnya diberi jarak, bahkan rumput-rumput yang sudah tumbuh di pangkas habis.  Namun apa yang dilakukan oleh rumput? Apakah rumput lalu membalasnya?

TIDAK…. Rumput malah memberikan terus manfaat kepada kita, dengan dipangkasnya mereka malah menebar dan memperbanyak saudaranya, disakitinya mereka malah mempererat persaudaraan.  Dengan kekuatan persaudaraan yang kuat mereka yang tadinya di beri jarak saling menarik satu sama lain sehingga tercipta saudara-saudara baru yang tetap membuat mereka rapat.

Kekuatan dari rumput adalah bahwa mereka selalu berdekatan dan merapat, sehingga mampu memberikan banyak manfaat kepada manusia.  Setelah seharian diinjak-injak, dipangkas, dilukai, disakiti, dan bahkan di lemparkan kesana kemari, mereka tetap memberikan kesejukan dan kesegaran bagi manusia di pagi hari, mereka menjadi teman anak-anak kita yang sedang belajar berjalan.  Menjadi alas bagi indahnya bunga-bunga yang disanjung manusia.  Bahkan saat mereka mati pun masih bermanfaat bagi pakan ternak. 

Begitulah seharusnya manusia hidup,,, terus memberi manfaat di dunia.  Terus berusaha memberikan yang terbaik bagi dunia dan manusia lain.

Betapapun seringnya kita disakiti, dikhianati, ditertawakan, tetaplah berjuang dan terus berjuang menggapai impian kita.  Lepaskanlah semua kebencian dalam diri.  Karena setiap kebencian yang tertanam dalam diri kita sama seperti kita menanamkan butiran-butiran energi negtif di setiap slot yang kita miliki dalam tubuh kita.  Semakin banyak butiran negatif di dalam slot tubuh kita, semakin hal itu menggerogoti butiran positif kita.  Setiap perilaku, kata-kata, dan keputusan kita akan lebih negatif.  Ibarat bakteri didalam tubuh, jika antibodi kita kalah jumlah maka bakteri akan mengalahkan tubuh kita, begitu juga sebaliknya.

Lepaskanlah segala kebencian dan amarah, agar tubuh kita mampu mengeluarkan energi positif, yang akan terus menghancurkan setiap energi negatif yang menghampiri kita…
Bisa jadi apa yang kita anggap baik, ternyata bukan yang terbaik menurutNya.
Dan bisa jadi pula, apa yang kita anggap buruk, itulah yang terbaik menurutNya.

Karena pada hakekatnya, yang lebih tau tentang suatu hal adalah dia yang menciptakan hal tersebut.
Begitu pula dengan kita, ada yang jauh lebih tahu segalanya. Dialah Sang Pencipta Kita. 

Berilah terus manfaat kepada manusia lain dan dunia, bahkan sampai saat kita meninggalkan dunia ini, tinggalkanlah warisan yang baik yang dapat diteruskan oleh orang-orang yang kita kenal…  agar segala manfaat kita tidak putus dan merubah dunia menjadi lebih baik…  agar amalan kita terus bertambah meski kita sudah di akhirat kelak…

Semoga bermanfaat
Wassalamu'alaykum

Memaknai Hal yang Kecil

Assalamu'alaykum..
Bismillahirrohmanirrohiim..
Postingan kali ini, sama-sama yuk kita petik pelajaran dari hal-hal yang kecil, bahkan oleh kebanyakan orang dianggap sepele dan membahayakan.
Apa yang terlintas dibenak kalian jika mendengar kata "Lebah Madu"? Teringat dengan sengatannya, bukan?

Siapa yang tidak tahu madu lebah? Tentu kita semua tahu bahwa madu mempunyai khasiat yang banyak untuk kesehatan manusia. Lebah sangat kaya dengan kebaikan.
Begitu juga seorang mukmin, kita haruslah menjadi manusia yang produktif dengan kebaikan. Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaatan umat manusia.
Rasul saw bersabda, “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Maka, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Ada beberapa sifat positif yang dimiliki oleh lebah yang dapat kita jadikan bahan pelajaran dalam kehidupan kita sehari-hari, antara lain:

1. Lebah selalu mengumpulkan makanan saripati bunga, ini perumpamaan bahwa lebah selalu mencari rizkinya di tempat-tempat yang baik, dan tidak pernah menyalahi aturan Allah dengan mencari makan di tempat yang kotor. Seyogyanya umat Muslim yang baik harus mencari rizki yang halal, lurus dan tidak mencari rizki di tempat-tempat maksiat.

2. Lebah tidak pernah mematahkan/merusak bunga yang dihinggapinya. Karena itu, di manapun umat muslim tinggal, pantang baginya berbuat keonaran dan menimbulkan kerusakan di tenga-tengah masyarakat.

3. Yang keluar dari lebah adalah madu yang nikmat dan menyehatkan. Untuk itu pula seharusnya apa-apa yang dihasilkan umat muslim haruslah memiliki manfaat terhadap sesamanya, tidak digunakan untuk memudharatkan orang lain.

4. Jika diganggu lebah akan balik menyerang pengganggunya. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Artinya, umat muslim meskipun selalu baik, pantang merendahkan harga dirinya, begitu iman dan harga dirinya diusik pantang menyerah pada keadaan. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

5. Lebah tidak pernah mengambil keuntungan pribadi dari pekerjaannya. Tidak ada lebah yang menimbun hasil pekerjaannya untuk dirinya sendiri, melainkan selalu digunakan untuk kepentingan bersama. Maka umat Islam yang baik tentu bukanlah umat Islam yang menggunakan jabatan/pekerjaannya untuk kepentingan dirinya sendiri melainkan untuk memberi manfaat pada kepentingan yang lebih besar.

6. Lebah memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan kelangsungan hidup koloninya. Seekor lebah tidak pernah melakukan mogok kerja atau merasa dengki terhadap pembagian tugas dalam koloninya, sejak dia lahir sampai mati. Seharusnya, seorang muslim juga tidak perlu merasa dengki terhadap apa-apa yang tidak dimilikinya di dunia ini. Tapi ikhlas dan ridho terhadap apapun pemberian Allah saw kepadanya.
Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl yang artinya: Lebah.

Wallahu a’lam bi al-Shawab.
Semoga dapat memetik pelajaran dari kutipan di atas.
wassalamu'alaykum.

Jumat, 24 Januari 2014

Padamu Kutitipkan Bidadari


Assalamu’alaykum..
Bismilahirrohmanirrohiim..
Postingan kedua, saya mengutip dari Novel "Hadiah Kecil dari Tuhan" yang isinya subhanAllah dan Insya Allah bermanfaat. Selamat membaca


 
Padamu Kutitipkan Bidadari
(Surat dari Ibu untuk Bidadari-Bidadarinya)
                Selepas shalat tahajud, Kak Hana tak langsung beranjak pergi. Sambil menunggu shalat shubuh, ia sempatkan untuk membaca Alquran. Sesekali butiran air matanya berjatuhan di atas Alquran. Lembaran demi lembaran Alquran telah Kak Hana baca, hingga terdengar samar adzan shubuh membangkitannya untuk segera membangunkan Salma untuk shalat shubuh berjamaah. Namun, saat ia mencoba bangkit dan berdiri, selembar kertas yang dilipat pun terjatuh ke atas sajadah. Setelah dibuka, ada sebuah nama yang tertulis “Teruntuk Bidadari-Bidadariku, Kak Hana dan Salma yang shalehah”. Kak Hana dan Salma pun mulai membaca.


                            Teruntuk bidadari-bidadariku, Kak Hana dan Salma yang shalehah.

Assalamualaikum wr. wb

Sebelumnya, Ibu memohon maaf yang sebesar-besarnya jika surat ini telah mengganggu kegiatan Kak Hana dan Salma yang sedang fokus menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dan ujian nasional. Sebenarnya, sebelum Kak Hana dan Salma akan pergi ujian, Ibu ingin sekali menceritakan semuanya kepada kalian. Ya, Ibu ingin menceritakan kondisi ibu yang sebenarnya.

Tapi, keadaan waktu itu tidak memungkinkan untuk Ibu cerita pada Kak Hana dan Salma. Ibu sangat memakluminya. Ibu tidak mau mengganggu konsentrasi Kak Hana dan Salma.terutama Ibu tidak ingin apa yang sudah dihapalkan,semua pudar begitu saja. Tapi, maafkan Ibu tidak bercerita langsung kepada Kak Hana dan Salma.

Kak Hana, Salma… jujur, mengapa Ibu ingin sekali bercerita, karena Ibu sudah tidak kuat lagi menahan semuanya.
Ya, sudah hampir tiga bulan ini Ibu merasakan  sakit di bagian dada. Tambah lagi batuk Ibu yang tak kunjung sembuh. Pikir Ibu, mungkin penyakit ini adalah dari maag dan batuk biasa. Makanya bu diamkan sendiri dan tak pernah Ibu ceritakan. Tapi, setelah dicek ke dokter, tanpa sepengetahuan Kak Hana dan Salma, ternyata Ibu menderita jantung koroner akut.

Dada terasa tertekan, nyeri, hingga sesak napas disertai keringat dingin, rasa mual, atau pusing sering Ibu rasakan. Bahkan, nyeri tidak hanya di dada tapi juga di bagian tubuh lain.
Oh ya, kenapa tadi pagi Ibu tiduran, Ibu sedang merasakan sakit di belakang tulang dada sampai menjalar ke leher, bahu, hingga ke rahang. Selain itu, nyeri di dada bagian bawah atau ulu hati. Dan itu ternyata  bukan maag, tapi itu tanda gangguan jantung.

Kak Hana, Salma, kurangi makan yang berlemak dan mengandung kolesterol. Jangan lupa sempatkan untuk berolahraga. Kalian masih muda. Langkah kalian masih sangat luas sekali. Jagalah mimpi dan cita-cita kalian hingga menjadi kenyataan.

Kak Hana, Salma.. maafkan Ibu. Maafkan Ibu jika tidak berpamitan langsung. Mungkin ketika Kak Hana dan Salma membaca surat ini, Ibu sudah tidak ada lagi di sisi kalian. Ini bukan salah Kak Hana dan Salma. Ini adalah takdir. Dan ini sudah menjadi garis tangan Allah swt., untuk Ibu.

Kak Hana, Ibu hanya berpesan, jangan pernah kalian tinggalkan shalat lima waktu. Jagalah Salma, adikmu. Ingatkan jika Salma terlupa. Ibu yakin, Kak Hana bisa menjadi Kakak yang baik untuk Salma. Dan Ibu yakin, Kak Hana bisa menjadi kepala rumah tangga setelah kepergian Ibu dan juga Ayah.

Kak Hana, masih ingat ketika Ibu meminta Kak Hana keluar? Kemudian Raihan disuruh masuk oleh Ibu?
Ya, Ibu sempat berbicara dan menitipkan pesan singkat kepadanya. Ibu hanya menitipkan Kak Hana dan Salma untuk dijaga oleh Raihan. Dan Insya Allah, Raihan akan menjaga kalian.

Kak Hana, tolong sampaikan pada Raihan, “padamu ku titipkan bidadari!”
Kak Hana, terakhir.. doakan Ibu dan Ayahmu, ya! Ibu sudah kangen sekali dengan Ayah. Dan beberapa hari yang lalu, Ibu kembali bermimpi tentang Ayah. Ayah mengajak Ibu untuk jalan-jalan di taman yang penuh dengan bunga. Sayangnya, dalam mimpi itu..

O ya, Kak Hana dan Salma.. izinkan Ibu menghadap Illahi Robbi. Ikhlaskan Ibu. Jangan pernah bersedih. Jangan tangisi kepergian Ibu. Menangislah karena takut kepada Allah swt., teruslah istiqomah!
Akhirnya, Ibu akhiri surat pertama dan surat terakhir ini untuk Kak Hana dan Salma dengan ucapan.. Assalamu’alaykum.. Kak Hana.. Salma..
Laa ilaaha illallah…

Sahabat, semoga postingan kali ini bermanfaat dan bisa jadi bahan renungan buat kita ya 
"Tetaplah tersenyum, walau badai datang silih berganti. Yakinlah suatu saat nanti, semuanya akan berubah di tangan Tuhan menjadi balasan yang besar dan anugerah yang terindah untuk kita"
Wassalamu’alaykum 

(Hadiah Kecil dari Tuhan; Adi Rustandi, S,Pd..2013)

Kamis, 23 Januari 2014

Doa Indah untuk Para Perindu Cinta.. Kepada Sang Pemilik Cinta


Assalamu'alaykum..
Bismillahirrohmanirrohiim..
Izinkan saya mengawali posting pertama di blog ini dengan kutipan isi dari buku yang sangat menginspiratif "Sejuta Pelangi"

Doa Indah untuk Para Perindu Cinta.. Kepada Sang Pemilik Cinta

Duhai Rabb,
sesungguhnya engkaulah pemilik hati,
yang menumbuhkan kerinduan dalam diriku,
untuk bertemu belahan jiwaku,
menciptakan kasih sayang diantara kami agar tentram hidupku,
dan merasakan kebahagiaan atas indahnya ciptaan-Mu

Duhai Rabb,
jika tak pernah cukup amalku membawaku ke surga-Mu,
berikanlah aku seorang imam yang akan mendoakanku menjadi bidadari surganya,
hingga doanya menjadi salah satu alasan bagi-Mu,
mengisi salah satu surga-Mu dengan aku.

Duhai Rabb,
jika tak pernah mampu aku memberatkan timbangan amalku dengan ibadahku sendiri,
berikanlah aku seseorang yang membuatku mengabdikan diri kepadanya sebagai cintaku kepada-Mu, agar ridhonya menjadi kunci bagiku membuka surga-Mu,
dan pengabdianku padanya adalah ibadah mulia yang ku lakukan atas nama cintaku kepada-Mu…

Duhai Rabb,
andai itu semua tak layak untukku,
pertemukanlah aku dengan jiwa baik yang ku rindu itu,
yang mengaitkan cintanya hanya kepada-Mu,
yang akan kumuliakan dalam pernikahan yang tenteram,
hingga semakin kuat cintaku kepada-Mu
hingga kami berkumpul dalam naungan kasih sayang-Mu.

Dan maafkan kami atas kesalahan kami,
yang pernah memburu cinta yang hadir tanpa-Mu,
yang datang tidak atas nama-Mu..

dan biarkanlah kami menjadi hamba yang mengisi menara-menara langit-Mu,
yang Kau janjikan akan terisi dengan mereka yang saling mencintai karena-Mu.

Ya Rabb…
Jadikan kehidupan kami dalam kebermanfaatan
Gemar  melakukan kebajikan
Jadikan kami orang-orang yang pandai mengambil hikmah kehidupan
Yang senantiasa menjadikan sabar dan syukur sebagai perhiasan

Ya Rabb…
Lekatkan cinta di dada, agar dosa binasa..
Agar kami muak melakukan salah
Agar kami benci menyakiti diri
Agar kami berhenti menjadi orang yang merugi…
Jadikan kami hamba yang membalas cinta-Mu dengan cinta
Yang berorientasi pada surga.. bukan dunia yang membuat lelah
Melewati hari demi hari dengan keimanan
Kau mudahkan kami melaksanakan ketaatan
Hingga kami terus berada di jalan kebenaran…

Ya Rabb…
Suburkan hati kami dengan cinta hanya kepada-Mu..
Cinta hanya karena-Mu
Cinta yang mengantarkan pada bahagia
Dan menjalani kehidupan dengan penuh cahaya..
Menjalankan ibadah dengan cinta, berbuat baik pada sesame dengan cinta..

Kembalikan kami di jalan-Mu, wahai Allah…
Dengan cinta yang terus menggema di dada
Cinta yang tertanam dalam
Cinta yang terus terhunjam sampai mata kami terpejam..
Cinta kepada-Mu. Utuh.
(Sejuta Pelangi; Pernik Cinta Oki Setiana Dewi.2012)